Latest Publications

Tetap positif selama mencari pekerjaan

Jika Anda ingin memperoleh pekerjaan dengan cepat, surat penolakan, sebagus apapun kata-kata di dalamnya, tentunya akan amat menimbulkan depresi,. Jika ekspektasi Anda lebih realistis, Anda pasti tahu bahwa Anda mungkin akan menerima sejumlah surat penolakan sebelum Anda memperoleh tawaran pekerjaan yang sesungguhnya. Anda bahkan dapat menjadikannya sebagai tebakan : berapa banyak surat penolakan yang akan Anda terima?

Tips-tips berikut ini akan membantu mendorong semangat Anda selama mencari kerja, tak peduli berapa lama Anda mencari pekerjaan.

  • manfaatkan setiap surat penolakan sebagai kesempatan untuk belajar
  • Cara:teleponlah dan tanyakan dengan sopan pada perusahaan mengenai feedback atas surat lamaran serta wawancara Anda. Jika menemukan kesalahan, ini dapat gunakan sebagai bahan koreksi sebelum Anda melamar untuk peluang selanjutnya.
  • tetaplah banyak belajar dan mencari tahu.
  • Cara:banyaklah membaca mengenai trend serta hal-hal yang terkait dengan pekerjaan serta minat Anda. Ambillah kursus singkat ataupun pelatihan khusus. Hadirilah konferensi, workshops serta seminar guna menjamin agar keahlian serta pengetahuan Anda selalu up-to-date.
  • bicarakan usaha Anda dalam mencari pekerjaan
  • Cara:bicarakan usaha Anda dalam mencari pekerjaan dengan keluarga, teman serta profesional seperti konselor, psikiater, guru, pemimpin agama, dll. Mencari pekerjaan seringkali melibatkan perubahan emosi dan membicarakannya dengan orang lain akan sangat menolong.
  • jangan berpikir pesimis
  • Cara:jangan gunakan kata-kata seperti “tidak bisa”, “tidak bisa”, “tak punya harapan”, “tidak mungkin”, dll. Berpikirlah positif ; “ya, saya bisa”, katakan pada diri Anda sendiri: “saya pasti bisa” bukannya “seandainya saya bisa”.
  • terimalah pekerjaan sementara.
  • Cara:terimalah pekerjaan sementara jika Anda membutuhkan uang ataupun pengalaman. Itu bisa saja kerja kontrak, proyek sementara, kerja paruh waktu ataupun pekerjaan diluar kualifikasi Anda. Pekerjaan sementara akan membantu membuat Anda tetap semangat serta memberikan tambahan terbaru bagi lamaran Anda. Jika perusahaan tertarik dengan pekerjaan Anda, di masa yang akan datang mereka dapat menawarkan pekerjaan lain bagi Anda.
  • kerja sosial .
  • Cara:lakukan kerja sosial yang membuuthkan keahlian Anda, serta memberikan pengalaman atau bahkan kontak yang terkait dengan pekerjaan yang Anda inginkan.
  • hargailah dirimu sendiri.
  • Cara:hargailah diri Anda sendiri yang telah berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan. Sebagai contoh, luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang benar-benar Anda sukai.
  • tetap aktif.
  • Cara:nikmati kegiatan-kegiatan di luar ruangan seperti lintas alam, bersepeda, berenang, ski, joging, berkebun, atau apapun yang Anda sukai. Cukup sepuluh menit bergerak di udara terbuka dapat membantu Anda merasa dunia begitu berbeda..
  • bersikap baik pada diri sendiri.
  • Cara:mungkin saja Anda merupakan orang yang sering mengkritik diri sendiri. Berikan break bagi diri Anda dan carilah sisi lucu dari diri Anda untuk Anda tertawakan.
  • bacalah hal-hal yang menyenangkan.
  • Cara:bacalah hal-hal yang telah Anda terima di masa lalu seperti ucapan terima kasih, penilaian kinerja, penghargan. Simpanlah mereka di dalam dokumen pencarian kerja Anda sehingga Anda dapat sering melihatnya.
  • tetapkan batas waktu maksimal Anda boleh tetap “down” sewaktu merasa depresi (tidak boleh lebih dari beberapa jam).
  • Cara: Selanjutnya segera mulai kegiatan Anda seperti semula.
  • pahamilah mengenai silus kehilangan pekerjaan.
  • Cara: bagaimana tanggapan Anda terhadap kegagalan Anda dalam mendapatkan pekerjaan akan tergantung pada kepribadian serta kondisi Anda. Namun, anda patut mengetahui bahwa emosi terdiri dari sejumlah tahapan yang dikenal sebagai job loss cycle :
  • denial àAnda merasa shock, terutama jika Anda kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba atau secara tidak diharapkan, Anda mungkin sama sekali tidak membayangkan bahwa segala sesuatu telah berubah.
  • Anger à Anda marah kepada diri Anda sendiri dan juga kepada atasan serta perusahan tempat Anda bekerja sebelumnya
  • Bargainingà Anda mencoba melakukan negosiasi dengan perusahaan dimana Anda meminta pekerjaan lain kepada perusahaan atau bahkan bersedia dengan bayaran yang lebih rendah.
  • Depression à Anda mungkin mengalami kesulitan untuk mulai mencari kerja karena Anda merasa begitu tidak bernilai serta tidak berenergi.
  • Acceptance à Anda menerima kenyataan bahwa pekerjaan Anda telah selesai dan kini saatnya untuk mulai mencari kerja secara serius.

Anda dapat saja melalui semua tahapan ini secara cepat, atau membutuhkan waktu lebih untuk sejumlah tahapan tertentu, dan secara periodik mengulangi tahapan-tahapan sebelumnya. Merasa sedih karena kehilangan pekerjaan merupakan hal yang normal dan alami, namun jika mengalami kesulitan untuk melewatinya, Anda dapat meminta bantuan profesional.
Siapa yang sukses mendapatkan pekerjaan amat tergantung pada bagaimana pelamar membawakan kualifikasi mereka sesuai dengan yang dibutuhkan pekerjaan, serta “ramuan kimia” dalam diri Anda. Anda hanya memiliki kontrol kecil terhadap pesona pribadi Anda, jadi bersikaplah menjadi diri Anda sendiri. Namun Anda dapat memperbaiki kualifikasi Anda, menulis surat lamaran yang lebih baik serta melatih keterampilan Anda dalam wawancara.

(sumber:www.quintcareers.com)

Sepuluh Pertanyaan Yang Patut Diajukan Kepada Diri Anda, Mengapa Belum Juga Mendapatkan Pekerjaan.

Tanyakan pada diri anda….??
1. Apakah anda terhubung dengan jaringan?
Pencari kerja saat ini tidak dapat lagi sekedar mengandalkan pada metode mencari kerja yang pasif. Anda harus bertemu dengan orang-orang dan sedapat mungkin beritahukan kepada mereka bahwa Anda sedang mencari pekerjaan (beritahukan pekerjaan yang spesifik). Bawalah CV anda kemanapun Anda pergi, dan berikan kepada orang-orang.
2. Apakah Anda membatasi pencarian Anda?
Apakah dalam mencari lowongan di dalam koran, Anda membatasi pencarian secara ketat? atau bahkan Anda telah memutuskan bahwa iklan di Internet dapat menjadi sumber pencarian Anda? Jangan hanya mencari lowongan pekerjaan di dalam satu jenis media. Jadi dimana Anda dapat menemukan pekerjaan? Kembali pada pertanyaan no.1—melalui jaringan. Juga jangan pernah membatasi pencarian Anda sebatas pada jaringan, manfaatkan gabungan berbagai bentuk pencarian kerja.

3.Apakah anda menargetkan perusahaan seperti apa yang paling mungkin membutuhkan jasa anda?
Pencarian kerja yang benar-benar efektif dimulai dengan penelitian terhadap perusahaan secara komprehensif disertai dengan pengembangan daftar target perusahaan yang diinginkan. Berdasarkan pada berbagai kriteria pencarian, anda dapat mentargetkan perusahaan-perusahaan yang paling anda minati, perusahaan yang membuka banyak lowongan bagi bidang Anda, serta perusahaan yang secara khusus amat membutuhkan jasa Anda. Jika Anda telah meneliti mereka, Anda dapat mendekati mereka menggunakan berbagai teknik pencarian kerja , antara lain;

  • Mengirimkan surat lamaran yang mampu mengesankan perusahaan dikarenakan pengetahuan Anda akan perusahaan tersebut.
  • Menggunakan jaringan yang Anda miliki untuk menemukan orang yang memiliki akses untuk masuk ke dalam perusahaan target Anda.
  • Melakukan wawancara dengan orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan target Anda.
  • Memperhatikan iklan di media cetak maupun internet dari perusahaan target Anda namun jangan hanya menunggu iklan ini saja.

4. Apakah Anda sudah mencurahkan cukup waktu untuk mencari kerja?
Banyak ahli yang percaya bahwa mencari kerja seharusnya dilakukan secara full time. Jika anda masih menempuh pendidikan ataupun masih bekerja sementara mencari pekerjaan yang lebih baik, waktu yang Anda miliki seringkali menjadi penghambat. Usahakan untuk mencurahkan waktu sebanyak yang Anda bisa. Lakukan kontak dengan orang-orang dalam jaringan setiap hari dengan tujuan menyusun wawancara dengan kontak Anda atau orang-orang yang tertarik dengan kualifikasi Anda.

5. Apakah Anda tetap mengikuti setelah mengirimkan CV anda?
Apakah Anda hanya mengirimkan CV beserta surat lamaran Anda dan selanjutnya hanya berharap? Atau Anda mnenelepon atau mengirim e-mail untuk melihat apakah Anda dapat menyusun janji wawancara? Perlu diingat bahw mereka yang secara proaktif mem-follow-up akan lebih mungkin mendapatkan wawancara.

6. Apakah anda tidak juga mendapatkan wawancara?
Jika Anda sudah mem-follow-up namun belum juga mendapatkan kesempatan wawancara, kemungkinan besar masalah terletak pada surat lamaran atau CV Anda. Anda mungkin membutuhkan tenaga profesional untuk mereviewnya. Sumber lain yang dapat Anda gunakan adalah college-career service Anda. Bahkan jika Anda sudah lama lulus, jasa ini melayani alumni. Alternatif lain, anda dapat menggunakan jasa penulis resume.

7. Bagaimana dengan kemampuan wawancara Anda?
Jika Anda sudah melakukan banyak wawancara namun tidak juga melampaui tahapan ini, kemungkinan besar Anda harus mengasah keterampilan wawancara Anda. Carilah teman yang dapat membantu Anda melakukan simulasi wawancara dan memberikan kritik bagi Anda. Lebih baik lagi jika anda menggunakan jasa profesional untuk membantu Anda dalam melakukan wawancara. Pilihan terbaik adalah jika Anda menggunakan jasa konselor karir yang tidak hanya memberikan kritik namun juga merekam wawancara Anda sehingga Anda sendiri dapat melihat bagaimana diri Anda.

8. Akah Anda mengirimkan ucapan terimakasih setelah wawancara?
Hal ini sekedar kesopanan dan tidak akan sekedar merusak usaha Anda. Katakanlah, ada dua kandidat yang hendak dipilih dan masing-masing memiliki kualifikasi yang seimbang. Yang satu mengirimkan ucapan terimakasih sedangkan yang satunya lagi tidak. Umumnya orang akan lebih menyukai kandidat yang mengucapkan terimakasih atas waktu yang telah mereka luangkan.

9. Apakah Anda tetap mem-follow-up setelah proses wawancara dan ucapan terimakasih?
Jika Anda telah mengirimkan ucapan terimakasih dan tidak mendaptkan panggilan hingga menjelang waktu yang dijanjikan oleh perusahaan, berlakulah sopan namun tetap gigih. Sikap ini menunjukkan minat Anda terhadap pekerjaan tersebut.

10. Apakah Anda menanyakan apa kesalahan Anda?
Setelah menerima penolakan dari perusahaan, apakah Anda menanyakan kekurangan Anda atau apa yang sebenarnya dapat Anda lakukan dengan lebih baik? Pada umumnya perusahaan tidak akan memberikan jawaban yang jujur. Namun ada kemungkinan bahwa Anda akan menemukan orang yang simpatik yang dapat memberikan penilaian mengenai wawancara Anda. Meskipun ternyata hanya ada satu orang yang bersedia mengungkapkan pendekatan yang lebih efektif bagi Anda, akan lebih baik jika Anda tetap bertanya. Meskipun Anda ditolak, tetap yakinkan perusahaan bahwa Anda masih tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut. Teknik ini terbukti brhasil bagi banyak pencari kerja sewaktu orang yang dipekerjakan oleh perusahaan ternyata tidak tepat.

(sumber:www.quintcareers.com)

Part 2 : Fakta yang harus anda ketahui tentang wawancara kerja

Artikel ini adalah bagian kedua dari panduan dan trik untuk menghadapi wawancara kerja. Semoga setelah membaca artikel ini, anda akan tahu lebih banyak dan akan lebih siap menghadapi wawancara kerja.

Pewawancara akan lebih memperhatikan penampilan dan tindakan saya dibandingkan dengan apa yang saya katakan.
Fakta 8. Penampilan dan tindakan anda akan menentukan irama dari wawancara. Resepsionis, sekretaris, dan pewawancara tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengenal anda, jadi penilaian terhadap karakter, kompetensi dan kemampuan anda didasarkan pada penampilan dan tindakan anda.

Wawancara kerja anda dimulai begitu anda melangkah masuk :

Melaporlah kepada resepsionis. Jangan lupa tersenyum, tampak sopan dan profesional.
Duduklah dengan diam dan sopan. Ambillah koran/majalah seperti Wall Street Journal bukan People Magazine.
Sambut pewawancara dengan nama mereka (Mr., Mrs., Ms.) , dengan senyum dan jabatan tangan yang hangat.
Tunggu sampai pewawancara memulai percakapan.
Tetaplah berdiri sampai anda dipersilahkan duduk.
Biarkan pewawancara memimpin; memberikan pertanyaan pertama dan memulai wawancara.
Gunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan bahwa anda tertarik. Tersenyumlah, berikan jawaban nonverbal ke pewawancara. Pertahankan tatap mata, yang merupakan kunci untuk membangun kepercayaan.
Duduklah dengan nyaman. Hadapilah pewawancara dengan santai.
Jangan merokok atau mengunyah permen karet.
Gunakan kalimat lengkap – hindari jawaban dengan satu kata. Jangan gunakan bahasa gaul ataupun menggumam yang tidak jelas.
Tunjukkan antusiasme anda! Serta tunjukkan selera humor anda. Kedua hal tersebut akan memberikan kesan yang bagus.

Gaji dan benefits adalah penting. Inilah hal pertama yang harus ditanyakan oleh kandidat.
Fakta 9. Subjek mengenai gaji dan benefits, seperti asuransi atau tunjangan cuti, sebaiknya tidak dibicarakan sampai perusahaan menunjukkan minat kepada anda, yang biasanya dilakukan pada wawancara kedua. Tentu saja akan ada pertanyaan tentang berapa banyak yang anda harapkan, apabila anda belum mencantumkan gaji yang anda harapkan didalam CV. Namun, apabila pewawancara memberikan pertanyaan seperti itu, pada saat wawancara pertama, cobalah untuk menundanya sampai anda tahu banyak tentang posisi yang ditawarkan.

Jika tiba saatnya untuk membicarakan gaji, bersiaplah untuk memberikan jumlah yang anda pikir paling pantas untuk anda. Realistislah. Perhitungkan bahwa gaji bervariasi tergantung pada wilayah, ukuran perusahaan dan kualifikasi anda. Meminta gaji yang terlalu kecil akan merusak kesempatan anda, begitu juga apabila anda meminta terlalu besar. Disamping itu, gaji bukanlan pertimbangan yang paling utama.
Caritahulah, berapa range gaji di perusahaan tersebut sebelum anda melakukan wawancara kerja. Konsultasikan dengan orang-orang yang anda anggap pantas untuk dimintai pendapat.

Bagaimana saya mempersiapkan diri untuk pertanyaan yang belum pernah saya dengar sebelumnya? Apa panduannya?
Fakta 10. Latihan. Jangan asal memberikan jawaban. Yang harus anda lakukan :

Berpikirlah sebentar untuk menentukan jawaban yang cocok. Dengarkan pertanyaannya dengan seksama. Jangan memikirkan jawaban anda pada saat pewawancara masih berbicara.
Tawarkan diri anda! Tunjukkan kelebihan anda yang akan sangat berguna bagi perusahaan tersebut.
Fokus pada pengalaman kerja, kursus atau kualifikasi pribadi yang akan memberikan nilai tambah pada pekerjaan tersebut.
Tawarkan sesuatu. Bicarakan bahwa anda akan memberikan kontribusi yang besar kepada organisasi. Yakinkan bahwa anda dapat menyelesaikan masalah dan memenuhi tuntutan perusahaan.
Bersikap tegaslah. Ini berarti bukan agresif, tapi yakin akan kemampuan anda.
Jangan mengkritik. Jangan menjatuhkan perusahaan sebelumnya, atasan di perusahaan terdahulu atau teman kerja. Hal ini hanya akan memberikan nilai negatif kepada anda.
Jujurlah apabila ada hal yang belum pernah anda kerjakan sebelumnya. Tapi, jangan meminta maaf dan fokuslah pada atribut yang anda miliki.

Saya tidak tahu apa yang harus saya tanyakan ketika pewawancara menanyakan saya “Apakah anda punya pertanyaan?”
Fakta 11.Apakah anda ingin wawancara tersebut cepat berakhir? Jangan menanyakan hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Perhatikan bahwa wawancara adalah komunikasi dua arah. Jangan tanyakan apapun yang bisa memberi kesan bahwa anda tidak tertarik dan kurang inisiatif.

Satu langkah dalam wawancara kerja adalah saat pewawancara menanyakan kepada kandidatnya, apakah dia akan cocok dengan perusahaan tersebut. Sebaliknya, bersiaplah untuk bertanya kepada pewawancara bahwa apakah perusahaan akan cocok dengan anda. Sekaranglah saatnya bagi anda untuk bertanya.

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa anda tanyakan :

Bisakah anda mendeskripsikan kandidat yang cocok untuk posisi ini?
Kapan anda bisa mengambil keputusan ?
Apakah ada lowongan baru atau mengapa posisi ini ditawarkan/kosong ?
Bagaimana gaya manajemen pimpinan ?
Apakah perusahaan menyediakan pendidikan berkelanjutan ?
Apakah ada evaluasi regular terhadap performance karyawan ?
Apakah ada periode pelatihan ? dan oleh siapa ?
Apakah banyak pegawai yang masih bertahan di perusahaan ini ?

Bagaimana dengan pertanyaan ilegal ? Bagaimana saya mempertahankan privacy tanpa harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut ?
Fakta 12.Putuskan sebelumnya tentang seberapa sensitifkah anda terhadap pertanyaan seperti itu. Buatlah daftar pertanyaan seperti itu yang mungkin timbul ?.Latihlah beberapa cara untuk menjawabnya .

Kebanyakan wawancara adalah sama, betulkah itu ?
Fakta 13. Kebanyakan pewawancara mengikuti format tertentu.
Tahapan pertama adalah Breaking the Ice, saat percakapan kecil mungkin terjadi.
Tahapan kedua adalah memberikan pertanyaan/memverifikasi informasi, dimana pewawancara akan menanyakan kandidat mengenai informasi-informasi yang berkaitan dengan posisi yang ditawarkan dan memverifikasi semua informasi yang kurang jelas didalam resume.
Tahapan ketiga adalah menjawab pertanyaan. Dan tahapak keempat adalah Menutup wawancara.

Apakah perilaku yang mendasari wawancara kerja?
Fakta 14. Terdapat dasar pemikiran bahwa cara terbaik untuk memprediksikan perilaku masa depan adalah dengan melihat perilaku masa lalu. Cara wawancara seperti ini paling sering digunakan. Pewawancara akan mulai memberikan pertanyaan spesifik yang fokus pada contoh dan hasil dari tindakan anda dimasa lalu.

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah “Bagaimana anda menghadapi costumer yang sedang marah ?” Secara umum, kandidat akan menjawab “ Saya akan dengan sopan meminta mereka untuk membicarakan permasalahannya dan kemudian menawarkan bantuan”. Jawaban ini secara teori memang enak didengar, tapi tidak menunjukkan tindakan aktual yang akan anda lakukan. Pewawancara akan menggunakan pertanyaan yang lebih spesifik, seperti “Tolong berikan contoh tindakan yang spesifik yang pernah anda ambil. Apa masalahnya dan bagaimana hasilnya?”.
Pewawancara mencari contoh dan hasil konkrit dari tindakan anda dimasa lalu. Pewawancara sebenarnya ingin mengetahui sifat anda yang sebenarnya dalam menghadapi situasi seperti yang dicontohkan. Sifat-sifat yang ingin dilihat oleh pewawancara adalah Inisiatif, Bisa membuat keputusan, Bisa berinteraksi dengan orang lain, Kemampuan untuk memimpin, Keahlian manajemen, Keahlian komunikasi, Keahlian berorganisasi, Kemampuan memecahkan masalah, dan teamwok.

Persiapan wawancara anda sebaiknya mengikutsertakan sifat-sifat tersebut. Buatlah deskripsi dan contoh kejadian dari semua sifat tersebut diatas. Pastikan bahwa semua cerita memiliki pembukaan, pertengahan, dan penutupan. Kotakkan jawaban anda kedalam tiga langkah proses yaitu :

Situasi
Tindakan anda
Hasil atau penyelesaian masalah.

Bagaimana saya mengetahui bahwa wawancara kerja tersebut sudah berakhir?
Fakta 15. Rata-rata, wawancara dilakukan selama 30 sampai 45 menit. Setelah kandidat memperoleh jawaban atas pertanyaannya, pewawancara akan menutup wawancara tersebut. Inilah saatnya bagi anda untuk mengakhiri presentasi tentang diri anda, dengan catatan yang positif.

Kalau memang anda tertarik, katakan hal tersebut kepada pewawancara. Tanyakan kapan keputusan akan dibuat dan jika terjadi, kapan anda bisa memfollow up melalui telepon. Pastikan bahwa pewawancara mengetahui dengan pasti bagaimana menghubungi anda. Berterima kasihlah atas waktu dan pertimbangan pewawancara. Jabatlah tangan pewawancara dan tersenyumlah sebelum meninggalkan ruangan.

Yang bisa saya lakukan hanyalah menunggu kabar dari perusahaan tersebut, apakah saya yang terpilih untuk posisi tersebut, betulkah ?
Fakta 16. Menunggu bukanlah strategi yang bagus. Dalam waktu 24 jam dari sejak anda diwawancara, tulislah surat yang menyatakan rasa terima kasih anda (bukan dengan tulisan tangan) kepada pewawancara. Pastikan anda mengeja nama pewawancara dengan benar. Tekankan bahwa anda sangat tertarik pada posisi yang ditawarkan dan bahwa anda merasa bahwa anda adalah kandidat yang ideal untuk posisi tersebut. Jika anda belum mendapat kabar apa pun, telepon perusahaan tersebut (hanya sekali saja) dan tanyakan apakah keputusan sudah dibuat atau belum.

Kesimpulan
Jangan menyerah apabila anda diwawancarai dan tidak menerima penawaran kerja. Kompetisi dalam dunia kerja saat ini sangatlah besar. Anda sudah menjadi pemenang. Walaupun hanya sebuah wawancara kerja, itu berari anda sudah melakukan sesuatu yang benar karena anda mendapat panggilan diantara banyak pelamar. Rasa kecewa selama masa pencarian kerja adalah biasa. Analisa lebih lanjut penampilan anda dalam melakukan wawancara kerja. Apa yang bisa anda perbaiki? Apa hal lebih baik yang anda bisa lakukan untuk wawancara berikutnya? Cobalah belajar dari kesalahan anda dimasa lalu.
Penolakan adalah bagian dari pencarian kerja. Kuncinya adalah anda mau belajar dari proses yang sedang anda jalani. Katakan pada diri anda sendiri bahwa apabila anda tidak mendapatkan sebuah pekerjaan, itu berarti bahwa ada pekerjaan yang lebih baik yang sedang menunggu anda. Ingatlah bahwa sebuah wawancara kerja adalah persiapan untuk menghadapi wawancara kerja berikutnya. Dan apabila anda memberikan kesan yang bagus, maka tidak menutup kemungkinan anda akan dipanggil lagi apabila ada kesempatan kerja yang lain di perusahaan tersebut.